Saturday, October 8, 2016

Profil Dr. -Ing. Asnawi Manaf, ST

Associate Professor (Lektor Kepala) pada Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Dosen dan Peneliti Bidang Perumahan dan Permukiman dan Pengembangan Masyarakat ini menyelesaikan Pendidikan Sarjana Teknik Arsitektur di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip pada tahun 1996 dan mempersiapkan studi S3 serta meraih gelar Doktor (Dr. -Ing.) dari Kassel University Jerman pada tahun 2005.

Saat ini, peneliti yang pernah meraih beberapa penghargaan dalam lomba menulis dan juga lomba Dosen serta Kajur/Kaprodi Berprestasi ini, adalah Wakil Dekan Komunikasi dan Bisnis Fakultas Teknik Undip dan juga sekaligus dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Diponegoro masa bakti 2015-2020. 

Sikap kritisnya terhadap peran perguruan tinggi sebagai "centre of excellence" di dalam memecahkan permasalahan sosial sangat kental tercermin dari fokus penelitian dan publikasinya serta beberapa buku yang ditulisnya. Dedikasinya yang tinggi terhadap permasalahan dan issue-issue terkait dengan kemiskinan, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat khususnya dalam bidang perumahan dan permukiman di perkotaan telah membuatnya sering dimintai untuk menjadi pembicara atau nara sumber di berbagai seminar dan diskusi.

Saturday, June 13, 2015

Mahasiswa JPWK UNDIP Raih Penghargaan Youth Program Kementrian PU-PR

Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Undip Elrizky Jazwan bersama tim berhasil memperoleh penghargaan dari ajang Youth Program yang diselenggarakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 23-29 Mei 2015 di Jakarta. Penghargaan tersebut adalah juara I dalam lomba proposal dengan judul “Bank Air dan Arisan Air Sebagai Solusi Alternatif penyediaan Air Bersih di Kota Semarang” lomba ini berlangsung di Jakarta Converence Center (JCC) dan penyerahan hadiah di berikan langsung oleh Dirjen Cipta kayra Kementerian PU-PERA Bp. Dr. Ir. Andreas Suhono, MSc.

Youth Program Kementrian PU-PERA merupakan rangkaian acara “Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum 2015” yang bertujuan untuk mengembangkan generasi generasi muda sebagai agen perubahan terhadap lingkungan pemukiman. Melibatkan 75 pemuda dari berbagai negara di dunia. Selain Indonesia, program ini turut diikuti sejumlah pemuda dari Thailand, Jerman, beserta India.
Selain mengikuti lomba, seluruh peserta juga menjalani sejumlah kegiatan lain yang diadakan oleh Kementrian PU-PERA.  Beberapa diantaranya mengikuti seminar dan workshop, serta praktek kerja lapangan di Rumah Susun Tzu Chi dan Bantaran Kali Ciliwung Lenteng Agung


Saturday, January 31, 2015

Pendekatan Kolaboratif dalam Pembangunan Perumahan Formal: Sebuah renungan bagi Program KPR- FLPP

Rumah atau hunian tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kebutuhan fisik dasar manusia. Oleh karena itu, UU. No. 1, 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman secara tegas menyatakan bahwa “negara bertanggung jawab” melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau.

Mewujudkan amanah ini tentu saja tidak mudah, pemerintah dengan segala keterbatasannya menyadari bahwa untuk mewujudkan tujuan ini membutuhkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.  Hal ini lebih berat lagi manakala terkait dengan penyediaan perumahan bagi masyarakat kurang mampu baik yang tergolong masyarakat miskin dan atau masyarakat berpenghasilan rendah yaitu mereka yang memiliki keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan dari pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak. Pelibatan masyarakat sebagai pengguna akhir adalah kunci di dalam memecahkan permasalahan ini.
Paparan Seminar Nasional dalam Rangka Hari Habitat Dunia 2013


Hingga kini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memfasilitasi masyarakat di dalam memecahkan permasalahannya baik secara mandiri (individual self-help), dengan bantuan komunitas di lingkungan sekitar (collective or mutual self-help), dengan bantuan lembaga swadaya masyarakat (organized or aided self-help), pemerintah lokal dan bahkan sektor swasta. Salah satunya adalah melalui skema program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pelaksanaan BSPS ini secara umum dapat dinilai cukup efektif di dalam membantu masyarakat miskin (the poor) untuk meningkatkan kualitas huniannya (Manaf, 2011). Namun demikian, program ini baru menyentuh masyarakat yang sangat miskin dengan skema bantuan yang bersifat hibah (karitatif). Untuk merespon permasalahan ini pemerintah juga telah memperkenalkan alternatif skema program lainnya yang lebih berkelanjutan yaitu program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Akan tetapi program ini meskipun telah dapat menjadi salah satu bentuk dukungan program bagi masyarakat berpenghasilan rendah namun belum mampu berjalan efektif terutama untuk mengakses segmen masyarakat berpenghasilan rendah yang tergolong “non bankable” (Manaf, 2013). 

Pola penyalurannya yang lebih berorientasi pada mekanisme pasar formal dinilai tindak kompatibel dengan kondisi masyarakat yang tergolong non Bankable. Pemerintah di dalam menerapkan program KPR-FLPP hendaknya tidak begitu saja melepas distribusi atau pemanfaatan KPR-FLPP ini melalui mekanisme pasar perumahan formal dengan bermitra hanya dengan sektor swasta (supply side approach) akan tetapi perlu melibatkan masyarakat calon pengguna akhir (end user) secara lebih berarti, pemerintah daerah, dan juga organisasi-organisasi non pemerintah terkait lainnya. Pengembangan pendekatan-pendekatan kolaboratif di dalam menerapkan program KPR-FLPP tidak hanya dapat mengatasi permasalahan akses kelompok masyarakat yang tergolong non Bankable akan tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran sosial yang dikemudian hari diharapkan dapat menjamin keberlanjutan komunitas (sustainable community) terutama di dalam mengatasi berbagai permasalahan yang akan dihadapi paska pembangunan perumahan nanti.

Tuesday, November 11, 2014

Calon Pemimpin Masa Depan, Pelajar Diminta Aktif Berorganisasi

http://metrojateng.com/2014/10/30/calon-pemimpin-masa-depan-pelajar-diminta-aktif-berorganisasi/
tri wuryono | Reporter: | 30/10/2014 0



KENDAL – Generasi muda harus mempersiapkan diri dan membangun kapasitas dengan baik sebagai bekal mereka menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan. Salah satunya melalui berorganisasi yang diyakini bisa mengasah jiwa kepemimpinan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Daerah Himpunan Pemuda Pelajar Indonesia (HPPI) Kabupaten Kendal Prasetya Adi Siswanto saat  membuka  kegiatan latihan manajemen organisasi dan kepemimpinan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Kendal  di SMA Negeri 1  Cepiring. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa setidaknya harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Pelajar dan mahasiswa harus mempunyai sifat jujur, cerdas dan peduli sehingga mereka mampu meneruskan regenerasi kepemimpinan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang diikuti pengurus OSIS dan MPK dan pengurus BEM perguruan tinggi ini juga diisi dr. Ing Asnawi Manaf. “Generasi muda harus mempunyai mimpi yang diwujudkan dalam tindakan dan aksi, para pelajar dan mahasiswa harus optimistis menatap masa depan karena mereka nanti yang akan menjadi pemimpin,” katanya. (MJ-01)

Sunday, November 9, 2014

Mahasiswa JPWK Undip Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Tingkat Provinsi Jateng

Mahasiswa JPWK Undip Elrizky Jazwan dan kawan-kawan berhasil merebut Juara 1 dalam lomba karya ilmiah yang diadakan oleh LPPM UNDIP dan BLH Jawa Tengah Dalam Rangka Peringatan Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2014.  Karya ilmiah dengan judul: “Pengembangan Desa Pesisir Tangguh Kota Semarang Melalui Local Community Resillience untuk Mencapai Ketahanan Pangan dan Biodiversity ini mengantar mereka rebut Juara 1 di ajang bergengsi mahasiswa se-Jawa Tengah Tahun 2014, Penerimaan Penghargaan berlangsung di Jepara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. H. HERU SUDJATMOKO, MSi. Dalam sambutanya Drs. H. HERU SUDJATMOKO, MSi., berharap mahasiswa dapat terus menyumbangkan ide dan gagasanya untuk perbaikan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Tengah. 






Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Dr. -Ing. Asnawi, ST mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai dan berharap hal ini bisa ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa yang lain bahkan bisa berprestasi tidak hanya di kancah lokal namun juga ke kancah Nasional dan Internasional seperti Visi JPWK Undip yaitu “Pada tahun 2020, adalah Sekolah Perencanaan yang Bereputasi Internasional”.